Proses Bayi Tabung dan Kloning

Proses bayi tabung dan kloning merupakan salah satu contoh teknologi yang masih diperdebatkan hingga kini. Mungkin teknologi bayi tabung yang menggunakan sel sperma dan sel telur dari pasangan suami istri masih dapat diterima, tak sama dengan teknologi kloning.

Kloning berarti suatu usaha untuk menciptakan duplikat suatu organisme melalui proses aseksual. Sedang kata klon dalam bahasa Yunani kuno berarti terubus. Pengertian dan metode kloning berkembang dari yang semula hanya secara seksual kemudian kloning dapat juga dilakukan secara seksual.

Gambar : Proses bayi tabung dan kloning dari sel telur beberapa wanita

Tujuan utama kloning adalah untuk mengisolasi gen yang diinginkan dari seluruh gen yang ada pada organisme donor. Untuk mencapai tujuan itu kloning dapat dilakukan dengan dua metode yaitu melalui proses seksual dan aseksual. Metode seksual dilakukan dengan fertilisasi in vitro dan aseksual dilakukan dengan menggunakan sel somatik sebagai sumber gen. teknologi kloning pada awalnya hanya dapat diperlakukan untuk tumbuhan dan mikroorganisme, kemudian berkembang kepada organisme hewan seperti katak, kambing, babi, kerat sera terakhir bahkan pada manusia.

Munculnya teknologi bayi tabung di dunia yang dipelopori oleh Dr. Steptoe memunculkan beberapa tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Tanggapan-tanggapan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kalangan agamawan menolak teknologi in vitro (bayi tabung) pada manusia karena mereka meyakini kediatan tersebut sama artinya mempermainkan Tuhan yang merupakan Sang Pencipta atau merupakan intervensi karya Tuhan.

2. Secara etika dan moral sebagian masyarakat menolak, karena proses pembuahan pada bayi tabung dilakukan dengam menggunakan caean petri sehingga hanya embrio yang dipelukan yang dimasukkan kembali ke rahim, sedangkan sisanya “dibuang”.

Hak hidup embrio yang dibuang inilah yang dipermasalahkan, sebab banyak yang memandang hal ini sebagai tindakan pembunuhan.

3. Hubungan fundamental antara manusia terutama antara laki-laki dan perempuan sebagai pasangan suami isteri yang sah, kemudian dipertanyakan eksistensinya bila melakukan fertilisasi in vitro. Hal ini menjadi lebih buruk lagi bila sel telur dibuahi oleh sperma donor yang bukan dari suami yang sah, misalnya dari bank sperma atau sel telur berasal dari pendonor telur. Hal lainnya ialah bila menggunakan kontrak karena isteri tidak dapat memelihara embrio di dalam rahimnya.

4. Di sisi lain, ada legalitas dalam penerapan teknologi reproduksi ini dengan alasan kesehatan dan pengobatan atau untuk meningkatkan nilai genetik sehingga mengahsilkan manusia yang berkualitas, serta terhindar dari penyakit yang menurun.

5. Teknologi bayi tabung dapat mengurangi kerapuhan perkawinan yang dikarenakan tanpa kehadiran anak


=====================================

>>> Siapa yang tidak subur? Suami atau Istri? Ikuti Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Proses Bayi Tabung and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Proses Bayi Tabung dan Kloning

  1. Frans Immanuel says:

    Very Help

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>